Skip to main content

Karakteristik Senyawa Organik Bahan Alam (Bagian 2)


Kemarin telah dibahas mengenai karakteristik senyawa kimia bahan alam yang dimana dijelaskan mengenai strukturnya. Nah sekarang kita masih mempelajari mengenai karakteristik senyawa kimia bahan alam juga tetapi dengan tema yang berbeda. Yaitu akan dibahas mengenai turunan – turunannya khususnya pada metabolit sekunder. Sebelum dijelaskan lebih lanjut, akan dijelaskan kembali apa itu metabolit sekunder. Metabolit sekunder adalah produk sampingan dari proses metabolisme semacam alkaloida, steroida/terpenoida, flavonoida, fenolik, kumarin, kuinon, saponin, tannin dan sebagainya.
Gunanya kita mensintesis ulang senyawa – senyawa metabolit sekunder yaitu agar dapat menghasilkan senyawa yang baru lagi, yang mempunyai peranan lebih bagus lagi, durasi kerja yang lebih lama lagi, serta tingkat keamanan yang lebih tinggi atau membuat efek sampingya lebih rendah lagi.

        Cara mensintesis kembali senyawa – senyawa tersebut  agar menjadi senyawa yang baru yaitu dengan cara memodifikasi strukturnya dengan menambahkan atau menggantikan gugus – gugus tertentu. Dimana gugus tersebut memiliki sifat lipofil, elektronik dan sterik tertentu dengan posisi yang tertentu pula. 



a.  (Artemisinin)
Gambar diatas merupakan hasil dari artemisinin yang disintesis menghasilkan produk yang baru dengan fungsi yang sama sebagai antimalaria, tetapi dengan tingkat aktivitas yang berbeda.

Sedangkan gambar dibawah merupakan derivat dari artemisinin.
Dari gambar diatas, bisa dijelaskan :
1. jika gugus R itu = O maka akan menjadi senyawa artemisinin. Artemisinin sendiri yaitu suatu senyawa yang berperan sebagai antimalaria dan termasuk kelompok terpenoid golongan seskuiterpen
2. jika gugus R itu diganti dengan =  α CO(CH2)2COO maka akan menjadi senyawa artesunate.Artesunate sendiri merupakan obat untuk malaria, tetapi tidak bekerja maksimal untuk melawan stadium extra eritrosit seperti merooit dan skion di hati

3. jika gugus R itu diganti denganβ OCHmaka akan menjadi senyawa artemether.
4. jika gugus R itu diganti dengan = β OC2H maka akan menjadi senyawa arteether.Arteether sendiri merupakan obat untuk malaria, dimana jenis malarianya itu yang sudah mulai parah seperti jenis malaria yang resistensi klorokuin atau malaria serebral.
5. jika gugus R itu diganti dengan = -OH maka akan menjadi senyawa dihidroartemisinin. Dihidroartemisinin sendiri merupakan suatu metabolit yang aktif dari senyawa artemisinin yang berguna untuk antimalaria, dimana perbedaannya,pada dihidroartemisinin ini lebih cepat proses kerjanya dibanding dengan artemisinin.
6. jika gugus R itu diganti dengan = β OCH2(C6H4)COO maka akan menjadi senyawa asam artelinik.
Tidak semua hasil derivat mempunyai kegunaan seperti artemisinin yaitu sebagai antimalaria. Selama hasil derivat itu mempunya gugus peroksida atau jembatan peroksida, maka ia mempunyai kegunaan untuk menghambat P. Falcinarum sehingga berguna sebagai antimalaria.



b. Flavonoid
        Flavonoid merupakan bagian dari senyawa metabolit sekunder yang biasanya terdapat pada tanaman. Flavonoid ini juga terdapat dalam tubuh manusia. Nah flavonoid yang didalam tubuh manusia ini mempunyai fungsi sebagai antioksidan sehingga dapat melindungi tubuh dalam pencegahan kanker. Didalam tanaman flavonoid bisa ditemukan di batang, daun, bunga dan buahnya. Berikut merupakan derivative dari flavonoid


Contoh dari senyawa flavonoid adalah quercetin.
        Kuersetin merupakan bagian dari senyawa yang aktif pada golongan flavonol pada flavonoid yang dipandang cukup kuat secara biologis. Dimana jika dibandingkan dengan vitamin C yang menurut kita sangat sehat untuk tubuh, misalnya vitamin C punya tingkat antioksidan 1. Nah, kalau kuersetin berarti punya tingkat antioksidan 4,7.
Berikut merupakan derivatif dari kuersetin

dari gambar derivatif kuersetin diatas, dapat dijelaskan bahwa :

1.  Pada gambar untuk struktur isoquersetin, jika gugus yang terletak pada gugus OH tadi ditambah dengan 3O-glukosida maka senyawa tersebut berubah menjadi isoquersetin. dimana memiliki manfaat untuk mencegah trombombolie pada pasien kanker
2.  Pada gambar untuk struktur hyperoside, jika gugus yang terletak pada gugus OH tadi ditambah dengan 3O-glukosida tetapi dengan letak OH yang berbeda maka senyawa tersebut berubah menjadi hyperoside. dimana memiliki manfaat untuk mencegah kanker karena terdapat antioxidant
3.  Pada gambar untuk struktur quersitrin, jika gugus yang terletak pada gugus OH tadi ditambah dengan 3O-glukosida dimana pada ujungnya diganti dengan CH3, maka senyawa tersebut berubah menjadi quersitrin. dimana memiliki manfaat untuk mencegah kanker
dan begitu seterusnya, dengan adanya penggantian atau penambahan gugus akan menghasilkan senyawa yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula

perhatikan juga struktur kuersetin dibawah ini

Disini bisa dilihat lebih detail dari struktur kuersetin sehingga kita bisa tahu bagian mana yang bertindak sebagai antioksidan saat bereaksi dengan radikal bebas. Pada cincin B ada gugus O-hidroksil, lalu ada gugus 4-oxo dalam konjugasi dengan alkena 2,3 lalu ada juga gugus 3- dan 5- hidroksil. Nah gugus fungsi itu nanti elektronnya didonorkan kepada cincin yang ingin ditingkatkan jumlah resonansinya dari bagian struktur kuersetin tersebut.
c.  Alkaloida
Alkaloid yaitu sekumpulan senyawa yang didalamnya terkandung nitrogen yang berbentuk gugus fungsi amin. Pada dasarnya, alkaloid mengandung senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih dari satu atom nitrogen, dan biasanya ketika saling berkaitan dengan atom lain dan menjadi gabungan akan menjadi bagian pada sistem siklik
        Disini akan dijelaskan turunan atau derivatif alkaloid khususnya pada kafein.
        Kafein merupakan contoh dari alkaloid xantina dengan rumus molekul (C8H10N4O2), dan merupakan golongan dari purin.

Dari strukturnya, kafein mempunyai cincin pirimidina dan cincin imidaola yang terletak secara bersebelahan sehingga menjadi golongan heterosiklik aromatik. Kafein ini merupakan senyawa yang terdiri dari nitrogen basa – nitrogen basa.
        Kafein juga merupakan bagian dari turunan alkaloid xantin. Berikut merupakan derivat dari kafein




     dari gambar derivatif kafein diatas, dapat dijelaskan bahwa :
1.  Pada gambar untuk struktur 8-bromokafein, jika gugus yang terletak diantara nitrogen basa tadi ditambah dengan Cl maka senyawa tersebut berubah menjadi 8-bromokafein. dimana memiliki manfaat agar tingkat kewaspadaannya lebih tinggi
2. Pada gambar untuk struktur 8-methoxykafein, jika gugus yang terletak diantara nitrogen basa tadi ditambah dengan OCH3 maka senyawa tersebut berubah menjadi 8-methoxykafein. dimana manfaatnya cara kerjanya lebih cepat dibanding kafein. 
dan begitu seterusnya, dengan adanya penggantian atau penambahan gugus akan menghasilkan senyawa yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula
Kafein memiliki banyak manfaat yaitu dapat lebih fokus untuk berpikir, dan juga dapat menghilangkan rasa ngantuk, sehingga orang yang ingin begadang bisa minum kopi yang dimana didalamnya terkandung kafein. Pada dasarnya, kafein itu jarang disintesis, karena dia dihasilkan sebagai hasil sampingan proses dekafeinasi kopi.

c.  Flavonoid
        Flavonoid merupakan bagian dari senyawa metabolit sekunder yang biasanya terdapat pada tanaman. Flavonoid ini juga terdapat dalam tubuh manusia. Nah flavonoid yang didalam tubuh manusia ini mempunyai fungsi sebagai antioksidan sehingga dapat melindungi tubuh dalam pencegahan kanker. Didalam tanaman flavonoid bisa ditemukan di batang, daun, bunga dan buahnya. Berikut merupakan struktur dari flavonoid
Contoh dari senyawa flavonoid adalah quercetin.
        Kuersetin merupakan bagian dari senyawa yang aktif pada golongan flavonol pada flavonoid yang dipandang cukup kuat secara biologis. Dimana jika dibandingkan dengan vitamin C yang menurut kita sangat sehat untuk tubuh, misalnya vitamin C punya tingkat antioksidan 1. Nah, kalau kuersetin berarti punya tingkat antioksidan 4,7.
Berikut merupakan derivatif dari kuersetin

dari gambar derivatif kuersetin diatas, dapat dijelaskan bahwa :

1.  Pada gambar untuk struktur isoquersetin, jika gugus yang terletak pada gugus OH tadi ditambah dengan 3O-glukosida maka senyawa tersebut berubah menjadi isoquersetin. dimana memiliki manfaat untuk mencegah trombombolie pada pasien kanker
2.  Pada gambar untuk struktur hyperoside, jika gugus yang terletak pada gugus OH tadi ditambah dengan 3O-glukosida tetapi dengan letak OH yang berbeda maka senyawa tersebut berubah menjadi hyperoside. dimana memiliki manfaat untuk mencegah kanker karena terdapat antioxidant
3.  Pada gambar untuk struktur quersitrin, jika gugus yang terletak pada gugus OH tadi ditambah dengan 3O-glukosida dimana pada ujungnya diganti dengan CH3, maka senyawa tersebut berubah menjadi quersitrin. dimana memiliki manfaat untuk mencegah kanker
dan begitu seterusnya, dengan adanya penggantian atau penambahan gugus akan menghasilkan senyawa yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula

perhatikan juga struktur kuersetin dibawah ini
Disini bisa dilihat lebih detail dari struktur kuersetin sehingga kita bisa tahu bagian mana yang bertindak sebagai antioksidan saat bereaksi dengan radikal bebas. Pada cincin B ada gugus O-hidroksil, lalu ada gugus 4-oxo dalam konjugasi dengan alkena 2,3 lalu ada juga gugus 3- dan 5- hidroksil. Nah gugus fungsi itu nanti elektronnya didonorkan kepada cincin yang ingin ditingkatkan jumlah resonansinya dari bagian struktur kuersetin tersebut.

Permasalahan :


1.  Tadi dijelaskan bahwa kafein dapat lebih fokus untuk berpikir. Tapi ada beberapa yang bilang kalau kita minum kopi malah membuat perkembangan otak khususnya terhadap remaja menjadi menghambat. Mengapa demikian?


2.  Tadi dijelaskan bagian cincin mana saja yang bekerja sebagai antioksdan. Bagaimana cara kerja kuersetin sehingga dapat menangkal radikal bebas.
3.  Tadi dijelaskan bahwa kafein itu jarang disintesis, karena dia dihasilkan sebagai hasil sampingan proses dekafeinasi kopi. Mengapa hasil samping proses dekafeinasi kopi membuat kafein jarang disintesis? Lalu bagaimana prosesnya?

Comments

  1. Halo may, perkenalkan nama saya ira nim 010 disini saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1. Menurut saya kafein memang dapat menyebabkan terganggu nya perkembangan otak dikarenakan kafein yang biasa terkandung didalam kopi ini dijadikan sebagai minuman yang dapat menghilangkan kantuk, contohnya saja remaja yang meminum kopi dengan tujuan untuk mengerjakan tugas, sehingga semalaman otak kita di push utk bekerja makanya perkembangan nya jadi terhambat. Semoga membantu

    ReplyDelete
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
    Ketika flavonol kuersetin bereaksi dengan radikal bebas, kuersetin mendonorkan protonnya dan menjadi senyawa radikal, tetapi elektron tidak berpasangan yang dihasilkan didelokalisasi oleh resonansi, hal ini membuat senyawa kuersetin radikal mempunyai energi yang sangat rendah untuk menjadi radikal yang reaktif.

    ReplyDelete
  3. Saya ruslan
    3. Kafein merupakan hasil samping dari dekafeinasi kopi dan hal ini membuat kafein jarang disintesis, karena setelah ini kafein tidak. Bisa di sintesis secara kimia. Jika diperlukan, kafeina dapat disintesis dari dimetilurea dan asam malonat.
    Kafein bersifat termostabil sehingga ekstraksi dapat dilakukan dengan cara refluks atau digesti. Penambahan MgO dapat memisahkan kofein dari senyawa – senyawa yang tidak diinginkan.

    Terimakasih semoga membantu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Karakterisasi Senyawa Organik Bahan Alam.(Bagian 1)

Sekarang akan mempelajari karakterisasi senyawa organik bahan alam. Sebelum mengetahui lebih lanjut, akan dijelaskanlebih dahulu apa itu senyawa organik bahan alam. Dari sini,  akan dijelaskan sifat – sifat atau karakteristik dari struktur artemisinin 1.   Gugus keton jika direduksi menjadi gugus hidroksi akan menghasilkan derivat berupa dihidroartemisinin 2.   Cincin A merupakan jenis sikloheksana yang mempunyai sifat bentuk stereoisomerisnya yaitu berupa konformasi kursi. 3.   Cincin B dan C merupakan jenis cincin yang bersifat jenuh bersama atom oksigennya yang dimana kedua oksigen ini dipisah oleh yang namanya jembatan peroksida 4.   Cincin D bersifat   δ – lakton yang berfungsi untuk melekukan bentuk stereosiomer yaitu konformasi kusinya 5.   Jembatan perosida atau gugus yang mengandung atom O 1 dan O 2 mempunyai sifat untuk reaktivitas yaitu yang beraktivitas dalam melawan P, falcinarum. 6.   Atom C3 kan puny...

Konsep Teoritis Biomolekul yang Meliputi Gula dan Karbohidrat, Asam Amino, dan Protein

Biomolekul   jika dikaitkan dengan kimia organik maka mengarah ke hidrokarbon. Karena biomolekul itu sendiri merupakan turunan dari hidrokarbon. Seperti yang sudah diketahui bahwa hidrkarbon itu ikatan antara hidrogen dengan atom karbon yang mengikatnya itu disebut ikatan kovalen.   Nah biomolekul ini memiliki sifat yang unik yaitu dia memiliki gugus fungsi yang banyak terus bermacam – macam. Terus karena dia turunan dari hidrokarbon, dia juga memiliki kerangka ikatan yang tepat karena memilki ikatan tunggal maupun ganda   dan tetap memakai pasangan elektron yang merata secara menyeluruh.         Biomolekul ini juga mempunyai senyawa – senyawa tertentu pada umumnya terdiri dari beberapa bentuk yaitu   gula dan karbohidrat, asam amino dan protein. Disini akan dijelaskan masing – masing senyawa. A.   Karbohidrat Sering disebut juga sakarida. Kenapa? Karena diambil dari bahasa yunani,yang artinya gula. Sedangkan karbohidra...

Persenyawaan Kimia Organik Heterosiklik

Sekarang, akan dipelajari mengenai persenyawaan kimia organik heterosiklik.   Sebelum mempelajari heterosiklik lebih dalam, akan dijelaskan apa itu heterosiklik lebih dahulu. Heterosiklik adalah sebuah senyawa yang dimana senyawa ini disusun membentuk cincin atau dalam bahasa kimianya lebih dikenal dengan kata siklik. Nah cincin – cincin ini juga mengandung berbagai macam atom lainnya dan yang paling utama adalah atom karbon. Senyawa heterosiklik ini mempunyai jumlah cincin – cincin yang bermacam – macam dimulai dari jumlah cincin ketiga sampai seterusnya. Tapi, biasanya senyawa heterosiklik ini mempunyai jumlah cincinnya itu lima dan enam cincin. Beberapa contoh senyawa heterosiklik bisa dilihat dibawah ini: Senyawa heterosikilik memiliki kandungan kalo kita temukan dalam alam sekitar masih sangat sedikit, jadi sulit kandungan senyawa heterosikliknya jika mau diisolasi. Heterosiklik itu ternyata ada dua jenis. Yang pertama heterosiklik nonaromatik yang kedua hete...